Posted by: YaBISA | May 31, 2009

Menyimak Pertemuan Antara Pak Harry dan Pak Wilem


Oleh: Arisdyanto

Tanggal 31 Mei  2009  Pak Harry (Pengurus Yayasan Pusat) dan  Pak Wilem (Ketua Yayasan  Cabang Madiun) melakukan sebuah pertemuan singkat dan santai di Depot Soto P. Doel (Sebelah Utara Makorem) kota Madiun. Dalam pertemuan itu Pak Wilem  memaparkan perkembangan (yang berisi sejumlah hal positif dan beberapa kendala) berkaitan dengan kegiatan pemberdayaan Yayasan Bangun Insan Swadaya (YABISA) cabang Madiun.

Salah satu kendala di lapangan ialah beberapa warga binaan selalu menghendaki agar dana bantuan untuk kegiatan produktif perlu lebih cepat dicairkan dan kurang peduli dengan proses dan mekanisme kerja Yayasan. Mendengar permasalahan yang dikemukakan Pak Wilem itu, Pak Harry kemudian merespon dengan mengatakan bahwa kata kunci dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi yang perlu diingat dan diperhatikan ialah menciptakan balancing (keseimbangan) antara pinjaman dan tabungan. Artinya calon anggota dan anggota yang mau bergabung dalam program pemberdayaan ini perlu memiliki lebih dahulu tabungan sebelum mendapat dana pinjaman stimulus. Penjelasan rasionalnya ialah ketika anda memiliki tabungan sebesar Rp. 30 ribu, maka anda berhak mendapatkan pinjaman 10 kali lipat misalnya. Sekali lagi, kata kuncinya adalah tabungan.

Dari tabungan ini pulalah, pihak yayasan dapat melakukan monitoring (pemantauan) terhadap keseriusan dan kinerja anggota dan calon anggota, serta evaluasi terhadap perkembangan usaha serta produktivitas anggota. Keseriusan dan produktifitas kerja anggota akan dihargai nanti melalui pembagian keuntungan dari sisa hasil usaha. Berkaitan dengan usaha membangun wajah (citra) baik Yabisa di Madiun, maka perlu dibangun sistem dan proses kerja yang baik, nyaman dan bisa dikontrol. Dengan sistem kerja ini maka bisa diketahui mana anggota yang tertip dan mana anggota yang tidak tertip dalam menjalankan usaha. Bagi mereka yang tertib, bisa menjalani tahapan berikutnya, sedangkan yang tidak tertib bisa dihentikan. Falsafahnya: ”Siapa menabur, dialah yang menuai.” Demikian tegas Pak Harry.

Mengenai rencana YaBISA mendirikan CU, Pak Harry menjelaskan bahwa ada tiga hal yang harus dijalani. Pertama, perlu adanya dana dalam jumlah tertentu; kedua, iuran wajib; dan ketiga menabung secara sukarela. Hal penting yang dibahas Pak Wilem dan Pak Harry ialah perlu dibentuk sebuah ”induk” CU di Surabaya dan induk ini akan membuka cabang di Madiun dan juga di tempat lain seperti di Ngawi dan Kediri yang memang sudah ada orangnya untuk membantu di sana. Pak Wilem mempertajam hal ini ketika mengatakan perlunya sebuah mekanisme yang jelas untuk CU. Dan mekanisme ini perlu didiskusikan secara terbuka dan dirumuskan secara bersama pula.

Ketika ditanya tentang penguatan wacana, Pak Harry menjawab: perlunya kajian mengenai CU dan pengasahan talenta. Berkaitan dengan team kerja CU, Pak Wilem dan Pak Harry menekankan: perlunya training (pelatihan) internal. Yaitu training mengenai visi dan misi yayasan dan keterampilan bekerja di lapangan. Pengalaman lapangan inilah yang menjadi dasar penilaian selanjutnya. Team kerja perlu melaksanakan kegiatan sehari-hari dalam suasana dan semangat persaudaraan serta saling mebantu satu terhadap yang lain.

Pertemuan juga membicarakan kendala anak jalanan yang tidak bisa fokus dengan usaha-usaha yang bernilai ekonomis. Tentang hal ini baik Pak Harry maupun Pak Wilem tetap berpendapat bahwa anak jalanan perlu tetap dibantu dengan fokus membuat mereka mampu melakukan perencanaan yang jelas dan lebih terfokus menyangkut hidup mereka sendiri. Perencanaan ini perlu disertai dengan kegiatan pelatihan dengan tujuan mendorong mereka supaya maju sesuai dengan potensi dasar yang ada pada diri mereka sendiri. Setelah pelatihan mereka perlu didampingi untuk melakukan usaha tertentu yang bernilai ekonomis dan produktif selaras dengan bakat, serta minat mereka dan potensi pasar yang ada.

Pada akhir pertemuan, Pak Wilem dan pak Harry bersepakat untuk melakukan sebuah pertemuan bersama dengan masyarakat binaan yang ada di Caruban antara bulan Juni atau Juli.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: