Posted by: YaBISA | July 15, 2009

Kantor Baru, Harapan Baru


Oleh: Harmoko

Pada hari Sabtu, 15/07/09 Yayasan Bangun  Insan Swadaya (YaBISA) Surabaya meresmikan kantor baru yang terletak di Jln. Kupang Baru II/6 Surabaya. Kantor lama berada di Jln. Sulawesi 16-18 Surabaya. Peresmian ini diawali dengan Misa  Kudus yang dipimpin Rm Hardi Aswinarno, Pr. Dalam khotbahnya Rm Hardi, biasa disapa, menyampaikan bahwa kehadiran kantor baru ini menunjukkan bahwa komitmen pelayanan Yayasan kepada masyarakat kecil di kota maupun di desa-desa terpencil semakin nyata. “Selama dua tahun sejak berdiri, Yayasan sudah secara perlahan-lahan menolong dan mengubah hidup sejumlah orang menjadi lebih baik dari pada sebelumnya berkat  uluran tangan dan kerja keras semua kita”. Demikian kata Rm Hardi yang saat ini menjadi Ketua Pembina Yayasan.

Kantor Baru Yayasan Bangun Insan Swadaya

YaBISA adalah sebuah lembaga pemberdayaan individu dan kelompok yang menaruh perhatian khusus pada bidang ”kemandirian”. Hal ini dilakukan atas keyakinan bahwa setiap orang bisa bangkit dan keluar dari kemiskinan serta kesulitan hidup dengan kekuatan sendiri. Sifat khas YaBISA ialah non profit, pluralis, otonom, persaudaran dan rela berbagi. Non profit berarti tidak mencari keuntungan; pluralis artinya menjangkau seluruh kalangan masyarakat Muslim, Katolik, Hindu, Budha dan lain sebagainya. Otonom mengandung pengertian tidak terkait atau terlibat dalam kepentingan politik tertentu. Sedangkan persaudaraan dan berbagi artinya menjunjung tinggi sikap keterbukaan, kerjasama, keakrapan, saling percaya dan suka menolong satu terhadap yang lain.

YaBISA mengajak masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama memikirkan, membantu dan terlibat dalam pembedayaan sosial-ekonomi masyarakat kecil dengan memberi  mereka pengetahuan, keterampilan dan motivasi agar bisa mengubah hidup dengan kekuatan sendiri. “Kita memberikan mereka kail dan perahu dan bukan ikan”. Demikian  terang ketua Yayasan, Bapak Rendra. Konsekuensi memberi kail dan perahu itu ialah semua kita terus giat berupaya melakukan pelatihhan dan pendampingan kepada masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengatasi persoalan hidup termasuk kemiskinan yang dihadapi.

Lebih lanjut bapak Rendra tidak lupa mengingatkan kembali bahwa semangat cinta dan berbagi hendaknya menjadi kekhasan Yayasan ini sebab uluran tangan dan kepedulian kita tentunya bisa membuat orang lain merasakan kebahagiaan hidup seperti yang kita rasakan atau alami sendiri. Maukah anda berbagi?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: