Posted by: YaBISA | July 20, 2009

Pemberdayaan Masyarakat Ditengah Proses Marginalisasi Sosial


Oleh:  Ola Rongan Wilhelmus

Salah satu masalah besar yang terus dihadapi bangsa ini adalah kemiskinan. Upaya mengatasi kemiskinan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Tetapi semua elemen sosial termasuk Lembaga-Lembaga Swadaya Masyarakat (LMS).

Yayasan Bangun Insan Swadaya (YABISA) merasa terpanggil untuk terlibat aktif dalam proses pemberdayaan dengan visi membangun manusia swadaya dan mandiri dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Pemberdayaan dengan fokus kemandirian ekonomi merupakan cara efektif pemutusan rantai kemiskinan yang terus membelenggu puluhan dan bahkan seratusan juta masyarakat Indonesia. Menjadi pertanyaan ialah apa itu manusia swadaya? Mengapa pemberdayaan ekonomi menjadi isu penting ditengah proses marginalisasi sosial saat ini?

Manusia Swadaya

Manusia swadaya merupakan manusia yang mempu berpikir, merencanakan dan mewujudkan sendiri masa depannya. Insan yang memiliki kesanggupan menggali, mengatur dan mengambil keputusan sendiri. Ia berada dan terbuka terhadap karja sama demi kemajuan hidup bersama.

Kegiatan pemberdayaan memiliki keyakinan dasar bahwa setiap orang termasuk orang yang paling miskin sekalipun mampu mengubah hidupnya dengan kekuatan sendiri. Keyakinan ini perlu terus ditumbuh-kembangkan dan menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari.

Spirit pembedayaan ialah ”berdiri di atas kaki sendiri”. Tantangan terbesar terhadap spirit ini ialah kita terlalu sering dibuat bergantung kepada sistem pemerintahan, birokrasi, institusi politik dan ekonomi yang otoriter dan feodalistik yang mambuat kita sulit menentukan pilihan sendiri.

Menghadapi tantangan ini, perlu dibangun secara berkelanjutan etos kemandirian berpikir, mengambil keputusan dan bertindak atas pertimbangan sendiri secara rasional, objektif dan berdasarkan informasi yang luas. Hal ini menuntut usaha dan kerja keras membangun manusia mandiri. Abdul Rahman Wahid (2004) menegaskan bahwa kualitas masyarakat mandiri perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih mampu mengatasi persoalan hidupnya sehari-hari, memiliki daya tawar terhadap pemerintah, pasar dan organisasi.

Kemandirian Ekonomi

Manusia swadaya hanya bisa menghayati kebebasannya secara penuh kalau memiliki landasan sosial ekonomi yang kuat. Sebab ekonomi merupakan titik tolak kemajuan pendidikan, kesehatan serta kelayakan hidup sebagai manusia.

Pembangunan ekonomi mandiri berorientasi pada ekonomi keluarga dan komunitas basis. Ekonomi ini tentunya bertentangan dengan ekonomi kapitalisme murni yang menekankan akumulasi kapital dan surplus values semata-mata.

Ekonomi kemandirian bisa berkembang kalau digalakan secara serius dan didukung oleh sistem dan kebijakan politik lokal atau nasional yang pro kemandirian masyarakat dan komunitas lokal.

Saat ini, ekonomi kemandirian di tanah air kurang berkembang oleh karena banyak faktor antara lain utang luar negeri yang terus membengkak. Kwik Gian Gie (2009) berpendapat bahwa utang luar negeri tidak menguntungkan perputaran roda kemandirian ekonomi rakyat sebab investasi masyarakat diperlemah. Selain dapat menghancurkan manajemen ekonomi nasional dan lokal yang berorientasi pada kemandirian rakyat.

Marginaliasi  Sosial

Indutrialisasi dan pasar bebas yang terus menggelobal turut menciptakan proses marginalisasi dan pemiskinan masyarakat kecil. Hal ini terlihat jelas dari kenyataan bahwa pekerjaan sebagai petani dan nelayan semakin tergusur meskipun petani dan nelayan adalah kelompok mayoritas masyarakat Indonesia.

Saat ini banyak penduduk desa tidak mempunyai pilihan hidup selain menjual tanah sebagai satu-satunya aset mereka. Setelah itu menjadi pekerja di kota dalam kondisi kelompok kelas kerja yang tidak menguntungkan karena dihargai sebagai pelengkap dengan upah yang sangat rendah akibat tidak memiliki keterampilan khusus.

Keadaan ini merupakan bagian dari pemandangan umum dari proses keterpinggiran dan pemiskinan rakyat kecil. Kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat kecil terus terpuruk. Bersamaan dengan itu segelintir kelompok elit terus saja berkeinginan menjadi kaya, maju dan berpengaruh dengan mengekor pada kerja keras, usaha, dan bahkan kebodohan orang lain.

LMS Dan Tantangan

Marginalisasi sosial sebagai akibat dari kebijaksanan pembangunan yang dinilai kurang berpihak pada masyarakat kecil selama ini telah melahirkan berbagai macam LMS dengan misi membela hak dan kepentingan dari mereka yang terpinggirkan. Mereka tampil dengan agenda dan idiologi berbeda seperti kesejahteraan, advokasi dan transformasi sosial.

Ditengah sikap solider dan keberpihakan kepada masyarakat kecil, banyak LMS saat ini juga ditantang oleh kehadiran proyek-proyek asing dan domestik yang sering menuntut sikap partisan. Akibatnya banyak LMS terpaksa mengorbankan sikap independensi mereka karena terjerat keinginan mendapatkan proyek demi uang dan keberlangsungan hidup.

Oleh karena itu ketika LMS mulai terlibat dalam proyek asing dan domestik maka, pertanyaan refleksif yang perlu diangkat ialah sejauh mana proyek-proyek itu memberi kontribusi signifikansi terhadap isu pengetasan kemiskinan dan kemandirian masyarakat kecil?

Wahana Pemberdayaan Mandiri

Merespons proses marginaliasi sosial di atas, YABISA didirikan dengan visi dan misi pemberdayaan mayarakat kecil. Ia mencoba menampilkan diri sebagai sebuah wahana pemberdayaan mandiri, konsisten dan kontekstual. Ia bertekad memfasilitas Individual dan kelompok yang ingin berjuang demi kemajuan ekonomi, pendidikan, kesehatan dengan bertumpu pada kekuatan sendiri.

Gerakan kemandirian tentunya memerlukan dukungan yang solid dari masyarakat sipil, para donatur, kelompok profesional, pemerintah, informasi dan publikasi yang kuat. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu gerakan YABISA sejauh ini (***)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: