Posted by: YaBISA | November 20, 2009

Kemiskinan Dan Otonomi Daerah


Oleh: Arum

Indonesia merupakan sebuah negara yang penuh paradoks. Karena disatu sisi ia merupakan negara yang sangat subur dengan potensi pertanian dan tambang yang luar biasa. Tetapi dipihak lain persoalan kemiskian terus bertambah dari waktu ke waktu. Pengamen dan anak jalanan semakin banyak dan berkeliaran di mana-mana.

Menghadapi persoalan kemiskinan ini, para pemimpin masyarakat lebih cendrung mempersalahkan kaum papa dengan alasan karena tidak memiliki pengetahuan, ketrampilan, malas dan lain sebagainya. Masih banyak lagi label negatif yang dikenakan kepada mereka.

Ketika terus mempersalahkan masyarakat kecil, maka kita lalu lupa melihat bahwa penyebab utama kemiskinan sebetulnya berakar pula pada kurangnya kemampuan pemimpin bangsa mengelola potensi kekayaan masyarakat, kepemimpinan yang terlalu mengedepankan kepentingan pribadi serta korupsi yang terus menggerogoti alokasi dana pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat kecil.

Apa itu Kemiskinan ?

Tetapi apa itu kemiskinan? Kemiskinan berarti tidak tersedianya kebutuhan-kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, pakaian dan rumah yang harus dimiliki seseorang atau sebuah keluarga demi kelayakan hidup sebagai insan manusia. Seseorang atau sebuah keluarga dikatakan miskin kalau kondisi gizi keluarga buruk, tidak bisa membeli obat ketika sakit, pendapatan rendah dan tidak bisa mencukupi kebutuhan makan dan minum sehari-hari.

Upaya pemutusan rantai kemiskinan serta peningkatan kesejahterakan masyarakat telah dilakukan sejak awal kemerdekaan melalui pengembangan pendidikan, kesehatan, serta pembangunan ekonomi. Belakangan ini, pemerintah terus saja mempromosi Program Pemberdayaan Masyarakat Mandiri melalui Progran Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Program Ekonomi Rakyat Miskin (PEM) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan maksud yang sama yaitu mensejahterahkan masyarakat.

Otonomi Daerah

Upaya peningkatan kesejahteraan rakyat ini lebih jauh dilakukan dengan mengubah struktur lama pemerintah yaitu sentralisasi kepada struktur baru yaitu desentralisasi. Melalui struktur baru ini setiap daerah bahkan desa sekalipun diberi otonomi dan tanggungjawab menghidupi rakyatnya sendiri.

Dengan otonomi daerah ini pemerintah daerah diharapkan lebih leluasa meningkatkan porsi pendapatan Asli Daerah demi kesejahteraan masyarakat  terlebih bagi mereka yang miskin dan terpinggirkan.

Tetapi benarkan otonomi daerah ini telah menciptakan kesejahteraan masyarakat kecil? Banyak komentar mengatakan bahwa otonomi daerah bukannya membawa kesejahteraan masyarakat rakyat malainkan melahirkan penguasa-penguasa baru yang feodal dan enteng menjual kekayaan daerah kepada pihak luar demi kepentingan sendiri. Benarkan demikian? Mari kta amati lebih lanjut  (***)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: