Posted by: YaBISA | February 18, 2010

Berawal Dari Pengalaman Live In


Yayasan Bangun Insan Swadaya

Oleh: Harmoko

Pada tanggal 12 Juli 2009 lalu, sebanyak 20 anggota binaan Yayasan Bangunan Insan Swadaya (YaBISA) wilayah Caruban menghadiri pertemuan dengan pengurus inti Yayasan yang diwakili  Pak Harry dan Pak Wilem. Pertemuan berlangsung di rumah bapak Sutowo, koordinator Yayasan wilayah Caruban. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana hangat, gembira dan tawa ria karena selain dihadiri pengurus pusat YaBISA, tetapi juga karena peserta disuguhi berbagai produk kue dan roti buatan ibu Agatha, seorang binaan YaBISA.

Dalam pertemuan, Pak Harry sebagai ketua I YaBISA menjelaskan latar belakang dan tujuan didirikannya Yayasan ini. Yayasan didirikan atas dasar keprihatinan dan rasah empati sekelompok mahasiswa terhadap kondisi hidup masyarakat kecil yang sangat memperihatinkan ketika mengadakan live in pada salah satu desa terpencil di Jawa Timur. Rata-rata warga desa itu petani, berpendidikan rendah, dan menggantungkan hidup hanya pada hasil ladang yang tidak seberapa.

Keadaan ekonomi dan pendidikan ini membuat kebanyakan warga desa tidak mampu menyekolahkan anak pada jenjang pendidikan lebih tinggi. Dengan demikian dapat dibanyangkan bahwa mata rantai kemiskinan akan terus diwariskan orang tua kepada anak-anak dan bahkan cucu mereka.

Keprihatinan mahasiswa itu menurut pak Harry tidak hanya sebatas perasaan belaka. Sebaliknya justeru menggerakan mereka untuk melakukan aksi nyata seperti mengumpulkan sejumlah dana untuk masyarakat desa itu.

Setamat kuliah, keprihatinan itu tidak sirna. Bahkan pengalaman Live In dulu  semakin menggugah hati dan pemikiran untuk melakukan karya-karya yang lebih nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat kecil. Beberapa diantara mereka yang sudah sukses dalam pekerjaan terus saja menyisihkan sebagian hasil usaha mereka untuk diberikan kepada masyarakat kecil.

Pada tahun 2007, para mantan mahasiswa yang kebanyakan sudah punya pekerjaan dan berpenghasilan baik itu melakukan sebuah reuni bersama Rm FX Hardi Aswinarno, Pr, mantan pembimbing rohani mereka ketika masih kuliah. Reuni bermaksud mempererat tali persahabatan dan penyegaran rohani.

Dalam reuni ini mereka berhasil melakukan sebuah kesepakatan bersama mendirikan sebuah Yayasan yang disebut Yayasan Bangun Insan Swadaya. Yayasan didirikan dengan maksud khusus melakukan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi, Kesehatan dan Pendidikan masyarakat kecil. Demikian Pak Harry menjelaskan.

Pertemuan ini dihadiri pula bapak Sumaji dan ibu Agatha (pasangan suami-isteri) dari Mantingan, Ngawi yang sukses menjalankan usaha roti agatha berkat bantuan Yayasan. Pasangan  ini mendapat kesempatan menceritakan usaha dan perjuangan mereka bersama YaBISA membesarkan roti agatha dengan modal awal cuma 475 ribu rupiah.

Bapak Sumaji dan ibu Agatha memberi kesaksian bahwa bantuan finasial, motivasi dan pendampingan Yayasan serta keuletan dan kerja keras membawa sukses menggeluti dunia usaha roti. Saat ini mereka sudah bisa menghasilkan setiap hari sekitar 300 buah roti dan belum lagi kuenya. Mereka juga sudah bisa mempekerjakan tiga karyawan, dan ”bangga” karena bisa mengihidupi keluarga karyawan dan bagi rejeki dengan yang lain

Ketika ditanya para ibu, apakah ibu Agatha bersedia  membagi pengalaman dan keterampilannya membuat roti dan kue kepada mereka? Ibu Agatha dengan spontan menjawab: “saya sangat bersedia dan dengan senang hati membagi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan saya kapan saja buat ibu-ibu sekalian”.

Kemudian, saat ditanya tips untuk berhasil dalam usaha kecil, bapak Sumaji langsung saja mengatakan jikalau ingin memulai suatu usaha jangan langsung dengan modal besar. Karena selain belum berpengalaman dalam usaha tetapi juga untuk menghindari hutang yang terlalu besar saat baru memulai usaha.

Pak Sumaji menghimbau, mulailah dulu dengan modal kecil seperti yang ditawarkan Yayasan sekarang ini (Rp 300.000.00 untuk modal awal-red). Modal kecil ini perlu diikuti dengan kemauan kuat untuk maju, kerja keras, disiplin dan optimisme. Karakter ini sangat perlu demi susksesnya sebuah usaha. Terima kasih pak Sumaji atas tipsnya!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: