Posted by: YaBISA | April 23, 2010

Strategi Komunitas Intellectual Publik


Oleh: Amin Silalahi, Ph.D

Abstraksi

Strategi komunitas intellectual publik sangat penting diwujudkan saat ini karena komunitas intellectual publik harus mempunyai ciri khas dan kontribusi kongkrit terhadap permasalahan publik untuk mencari kebenaran tentang (Tuhan, Ilmu dan Moral) melalui hasil gagasan yang tertuang dalam: penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat melalui multi disiplin ilmu.

Ketiga ruang publik itu meliputi: penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat memberi ruang bagi komunitas intellectual publik untuk tukar menukar pikiran antara para intellectual tentang kehendak dan kepentingan kolektif, kemanusiaan dan mencari kebernaran dan keadilan.

Interaksi antara visi/misi dan tujuan dari komunitas intellectual publik harus disesuaikan dengan permasalahan lingkungan publik dan lingkungan spesialisasi ilmu pengetahuan dari UNIKA Widya Mandala Surabaya supaya mengambil keputusan yang strategis yang disesuaikan dengan sumber daya, stuktur, budaya, kebijakan, program dan budget dan harus dievaluasi dan dikendalikan supaya nilai-nilai universal publik lebih diutamakan dengan sifat menyeluruh, terintegrasi dan menyatu pada pikiran-hati-kehendak supaya tercipta a man for others dan Life Improving University terutama ditujukan bagi golongan yang lemah di masyarakat.

Kata kunci: Komunitas, Strategi, Intellectual dan Publik

Kata Pengantar

Ada empat kata yang terrangkai pada judul di atas yakni: strategi, komunitas, intellectual dan publik. Keempat kata ini mengambarkan suatu proses hubungan yang saling kait-mengkait  antara mindset permasalahan di lingkungan publik dan mindset komunitas intellectual di lingkungan internal kampus. Mempertemukan dua hal yang berbeda  tetapi saling mempengaruhi itu, selalu membutuhkan strategi karena sifat dari strategi itu terfokus pada: Unified (menyatu), Wholeness (menyeluruh) dan Integrated (terintegrasi) untuk mencapai tujuan jangka panjang. Hubungan sebab akibat yang dimaksudkan adalah komunitas intellectual publik berfungsi atau berguna kalau permasalahan publik diintegrasikan kedalam bentuk solusi dari hasil gagasan: penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat. Solusi dapat direalisasikan kalau mempunyai semangat intellectual publik yang handal dalam bidang spesialisasi ilmu yang diminati. Orang-orang yang mengabdikan dirinya pada seluruh bidang kajian kehidupan publik dengan didasari oleh visi/misi/tujuan untuk perkembangan dan perubahan sosial disebut komunitas intellectual publik.

Dari kata pengantar di atas dapat ditarik definisi seperti pendapat Hitchens, dan Gramsci bahwa intellectual publik adalah: “Seorang yang terus menuangkan gagasannya kepada dunia luas, meneropong berbagai persoalan sosial serta menawarkan solusi (Hitchen, 2005) dan figur yang suka berpikir demi pembaharuan dan perubahan sosial (Gramsci, 1978).

Kenapa Strategi komunitas Intellectual Publik dibutuhkan pada saat ini?

Stategi komunitas intellectual publik sangat dibutuhkan saat ini karena permasalahan sosial saat ini semakin banyak dan membutuhkan solusi atas masalah dari sudut pandang multi disiplin ilmu pengetahuan. Menyelesaikan masalah dari banyak sudut pandang tanpa mengabaikan spesialisasi llmu tertentu. Tradisi multi disiplin itu sudah dimulai pada awal sejarah pemikiran ekonomi seperti Filsuf Yunani Aristoteles yang meneliti ide-ide tentang “seni” kekayaan dan mempertanyakan apakah harta yang terbaik yang tersisa di tangan publik atau swasta. Pada sisi lain filsuf Thomas Aquinas berpendapat bahwa kewajiban moral bisnis untuk menjual barang pada harga yang adil: (http://en.wikipedia.org/wiki/history_of_economic thougt) dengan judul: “History of Economic Thought”. Sejarah pemikiran ekonomi itu menunjukkan bahwa para filsuf telah memikirkan ide-ide tentang kekayaan yang dimiliki sawasta dan publik dan memikirkan moral bisnis dalam praktek penentuan harga yang adil. Kedua filsuf di atas  telah membahas dua sudut pandang pemikiran ekonomi yakni ilmu ekonomi kapitalis (swasta)  dan sosialis (public) yang  masih dipergunakan sebagai sistem ekonomi di seluruh dunia.

Komunitas intellectual publik dapat memainkan peran dan tanggung jawab mereka kalau:

  1. Usaha dan kreativitas intellectual memperluas dan memperkuat pengaruhnya sendiri di tengah masyarakat.
  2. Kesempatan yang diberikan kepadanya sesuai dengan kapasitas publik yang ia peroleh (Gramsci, 1978).
  3. Freud (2002): tanggung jawab intellectual ialah menyangkut persoalan primordialisme ke ruang publik untuk diperdebatkan secara produktif.

Komunitas intellectual publik tidak dapat memainkan peran di masyarakat kalau:

  1. Komunitas intellectual publik hanya sebagai agen status quo.
  2. Hanya mau jadi penguasa yang menindas.
  3. Harapan dan relaitas sebagai intellectual publik memiliki penyimpangan yang signifikan.

Karena pemikiran komunitas intellectual publik ini sangat penting terwujud maka di bawah ini akan dibahas bagaimana membumikan strategi komunitas intellectual publik.

Bagaimana strategi komunitas intellectual publik di UNIKA Widya Mandala?

Sifat-Sifat (karakter) untuk menjadi komunitas intellectual publik antara lain:

  1. Harus terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat supaya  komunitas intellectual publik dapat melakukan riset dan membentuk opini publik. Menurut Said, (2006): harus mempunyai komitmen untuk melahirkan gagasan tentang keadilan dan membuka ruang untuk “aksi” keadilan.
  2. Berpihak pada masyarakat: hadir di tengah masyarakat bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk masyarakat umum terlebih bagi kaum kecil dan tertindas (Foucault, 1991).
  3. Sebagai pengemudi civil society: keluarga menempati ruang publik sedangkan civil society menempati ruang publik.  Di dalam ruang publik itu terjadi tukar menukar pikiran antara para intellectual tentang kehendak dan kepentingan kolektif. Civil society selalu kritis terhadap penyalahgunaan kekuasaan, dan pelecehan hak-hak manusia.
  4. Menjadi mediator atau penengah: ide atau gagasan sering diartikan sebagai kendaraan yang bias bergerak ke semua arah demi perubahan dan pembaharuan sosial (Asborne, 2004).
  5. Menjadi legislator dan interpreter: melakukan penafsiran terhadap sistem hukum dan perundangan bagi masyarakat luas. Bauman (1985).

Setelah mempelajari sifat (karakter) untuk dapat menjadi komunitas intellectual publik di atas,  komunitas intellectual publik UNIKA Widya Mandala harus berani mendiskusikan secara terbuka berbagai isu/permasalahan penting di tengah masyarat. Diskusi itu bermaksud untuk melakukan konsistensi atas visi/misi dan tujuan yang sudah dituliskan sebagai daya gerak UNIKA Widya Mandala ke masyarakat sehingga solusi atas persoalan publik dapat teratasi.

Membumikan komunitas intellectual publik di Kampus Widya Mandala Berdasarkan Kerangka Konseptual dan Kerangka Komunitas Intellectual Publik menangani Masalah

Kerangka Konseptual Pada Gambar 1

Proses strategi selalu dibagi menjadi tiga bagian yakni formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi & pengendalian strategi. Tahapan proses  strategi itu dimulai dari visi, misi dan tujuan dari komunitas intellectual publik.

Visi dari komunitas intellectual publik harus berdasarkan cinta pada kebenaran, keadilan dan memberi kontribusi gagasan atau ide pada perubahan sosial. Visi komunitas intellectual publik ini sangat sesuai dengan visi UNIKA Widya Mandala Surabaya yakni: “komunitas akademik yang reflektif dan kreatif yang dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila dan Prinsip-Prinsip Katolik”.

Visi itu akan lebih bermakna kalau diikuti dengan nilai kerja (etos kerja) untuk publik. Jadi misi dari komunitas intellectual publik adalah: memberdayakan diri untuk publik. Dan pencerahan publik berdasarkan kajian permasalahan publik supaya menciptakan masyarakat humanis/manusiawi. Misi dari komunitas publik itu selaras dengan misi UNIKA Widya Mandala Surabaya: “Menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan memperhatikan pelayanan dan pengabdian kepada golongan lemah. Dan misi UNIKA Widya Mandala Madiun: terpanggil mencari kebenaran (Ilmu, Tuhan, dan Moral) demi meningkatkan martabat manusia dan membantu mengaktualisasiskan dan mengembangkan potensi (pikiran-hati-dan kehendak). Misi UNIKA Widya Mandala Surabaya dan UNIKA Widya Mandala Madiun sering dituliskan dalam bahasa Inggris: “Life Improving University atau A Man for Others”.

Gambar 1: Kerangka Strategi Komunitas Intellectual Publik

Setelah membicarakan tahap formulasi strategi yakni visi, misi dan tujuan, tahap selanjutya membicarakan permasalahan lingkungan publik (eksternal) pada aspek: idiologi, politik, ekonomi, budaya, pertahanan, keamanan dan lingkungan hidup. Permasalahan IPOLEKSOSBUDHANKAM-Lingk-Hidup harus dipadukan dengan lingkungan internal yakni delapan spesifikasi ilmu yang dimiliki UNIKA Widya Mandala Surabaya saat ini, supaya alternatif keputusan strategis yang mana yang harus diambil yang sesuai dengan sumber daya, kebijakan, dan stuktur dan budaya UNIKA Widya Mandala Surabaya.  Alternatif keputusan yang diambil harus didukung oleh sumber daya manusia yang: reflektif dan kreatif untuk kebenaran, dan mempunyai nilai-nilai/prinsip-prinsip katolik dan professional (a man for others) dan mengaktualisasikan pikiran-hati dan kehendak. Selain sumber daya yang tersedia, kebijakan akademik dan moral harus dibuat terutama pada kebijakan akademik: pengajaran, penelitian dan pengabdian. Struktur harus melibatkan dari semua spesialisasi ilmu di lingkungan UNIKA Widya Mandala dan budaya: non scolae sed vitae discimus dan a man for others. Dan program: membangun identitas/jati diri sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing dan sifat ilmiah melalui penelitian, pengajaran dan pengabdian, publikasi ilmiah dan budget: yang disesuaikan dengan program yang direncanakan setiap tahunnya untuk pencapaian visi/misi dan tujuan dari komunitas intellectual publik.

Tahap ketiga dari proses strategi itu adalah evaluasi dan pengendalian strategi. Proses ini sangat penting untuk melihat hambatan-hambatan dalam merealisasikan visi/misi dan tujuan komunitas intellectual publik. Seperti sifat dari strategi yakni: Menyeluruh dengan visi, misi dan tujuan. Menyatu: menyatukan kebijakan, sumber daya, stuktur dan budaya UNIKA Widya Mandala Surabaya. Terintegrasi: Mengintegrasikan spesialisasi ilmu dari delapan fakultas di lingkungan UNIKA Widya Mandala

Kerangka Praktikal Strategi Komunitas Intellectual Publik

pak amin silalahi

Gambar 2: Kerangka Praktikal Komunitas Intellectual Publik Menangani Masalah Publik

Gambar 2 di atas menunjukkan bahwa setiap intellectual publik mengambil peran terhadap permasalahan kelangkaan minyak dan menggantikan minyak yang langka itu dengan bio-fuel alternatif dari biji karet. Setiap intellectual publik didorong mengaplikasikan spesialisasinya dari satu permasalahan sosial yang muncul. Peran multi disiplin ilmu dibutuhkan karena permasalahan sosial itu sendiri sangat kompleks oleh karena itu penanganan masalah itu juga harus melibatkan banyak keahlian dari delapan fakultas UNIKA Widya Mandala Surabaya sebagai bagian dari perwujudan visi/misi dan tujuan Universitas. Pertanyaan yang muncul: bolehkah satu bidang ilmu lebih berperan dalam penanganan masalah? Boleh saja asalkan permasalahan sosial yang ditangani berkaitan erat dengan spesifikasi ilmu tertentu. Misalkan seperti yang terlihat di gambar 2 di atas dimana ilmu yang paling berperan adalah teknik kimia dan industri dan spesifikasi keahlian yang lain mendukung penangan masalah sosial itu.

Daftar Pustaka

Bauman, Z. (1985), Legislators and Interpreters: On Modernity, Post-Modernity and Intellectuals, Cambridge: Polity.

Edward W. Said, 2006. Representations of the Intellectual. New York: Vintage Books.

Foucault, Michel, 1991, The Idea of Civil Society. New York: The Free Press.

Freud, S. (2002), Civilizations and Its Discontents, London: Prentice Hall, Inc.

Gramsci, Antonio, 1978. Intellectual Public. New York: Vintage Books

http://en.wikipedia.org/wiki/history_of_economic

http://www.wima.ac.id/index.php?option=com

http://www.widyamandala.ac.id

Osborne, T. (2004), “On Mediators: Intellectuals and the Ideas Trade in the Knowledge Society’’, Economy  and Society, Vol. 33(4).


Responses

  1. It is a great paper! You are able to bring down the concept of public intellectual to your own university. If you are able to apply such concept of public intellectual into the university policy then you may transform your university into the so-called public university that the people precisely are now looking for. Thank for nice paper. God bless!

  2. Just as expected, a marvelous paper from someone with a great capabilities like Mr. Amin Silalahi !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: